31 Oktober 2014

RSS Facebook Twitter

Rabu, 21 Agustus 2013 21:57

Misteri Dibalik Kecelakaan Bus Maut Di Bogor

Ditulis oleh 
Beritakan rating pada item ini
(9 voting)

Bogor  Tersimpan Misteri dalam tragedi maut bus Po Giri Indah bernopol B 7927 BI di  Kampung Neglasari Dusun II Persit RT01/01, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, yang menewaskan 18 orang jemaat Gereja Bethel Indonesia Rahmat Emanuel Ministry (GBIREM), Kelapa Gading-Jakarta Utara dan satu orang warga sekitar yakni Ajid Samsudin (56), pada Rabu (21/08) pukul 08:30 WIB.
Pasalnya, selain dilokasi tempat terjadinya musibah kerap terjadi kecelakaan yang merenggut korban jiwa.Semalam sebelum kejadian, sejumlah warga mengaku mendengar jeritan serta rintihan perempuan di sekitar sungai Ciliwung tempat mendaratnya bus nahas tersebut setelah menabrak satu unit mobil pick up dan dua bangunan toko milik warga. Siti Julaeha (45) salah seorang warga menuturkan, sekitar dua bulan lalu, dijalan (tikungan-red) Neglasari  yang berjarak 10 meter dari lokasi kejadian, dua orang pengendara motor tewas ditempat karena mengalami kecelakaan. Bahkan, pada tahun 2005 lalu ditempat yang sama (sungai Ciliwung-red) sebuah bus sarat penumpang mengalami nasib serupa. hasilnya, belasan penumpang tewas dan sisanya luka parah. " Disini sering terjadi kecelakaan, rata-rata korban langsung meninggal ditempat. Warga menjuluki tikungan ini sebagai tikungan maut, pada tahun 2005 lalu sebuah bus masuk jurang itu dan banyak yang tewas maupun luka-luka,'' tuturnya kepada RRI saat ditemui dilokasi kejadian.
Menurut ibu anak lima ini, selain jalan yang menikung, dilokasi tempat kejadian terkenal angker dan semalam sebelum kejadian sempat terdengar suara rintihan disertai tangisan dari sekitar sungai. saat itudirinya hendak membeli tabung gas berukuran 3kg sekitar pukul 21:15 wib, ke sebuah toko yang ikut hancur dalam peristiwa tersebut. " Semalam saya dengar suara rintihan dan tangisan dari sekitar sungai, rumah saya hanya berjarak sepuluh meter dari tepi seungai," imbuhnya.
Sementara itu Pantauan di RSPG Cisarua yang menjadi lokasi evakuasi para korban tewas, isak tangis keluarga korban pun pecah disaat mereka menyaksikan sanak familinya sudah terbujur kaku di ruang instalasi mayat. Mereka tidak menyangka jika kegiatan peribadatan yang dilakukan sejak Minggu (19/08) lalu, di kawasan TamanBunga Cipanas, Kabupaten Cianjur yang  dipimpin oleh Pendeta Agus Pramono itu berujung petaka. " Rombongan berangkat pada hari Minggu lalu, setiap bulan kami selalu melakukan peribadatan di Cipanas," ucap Cristine (55), salah seorang keluarga korban seraya menitikan air mata.
Hingga berita ini diturunkan, bangkai bus maut dan mobil pick up masih teronggok didalamdasar sungai Ciliwung. Selain itu, tampak puluhan personil kepolisian tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kapolda Jawa Barat Irjen Suhardi Aliyus yang langsung turun langsung kelokasi kejadian menegaskan, jajaranya akan terus melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab terjadinya peristiwa itu, selain pengemudi bus pemilik perusahaan pun akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku jika diketahui melanggar. " Sopir bus akan kita ancam dengan pasal berlapis, untuk pemilik perusahaan kami telah berkordinasi dengan dinas perhubungan," tegasnya.
Dari data terakhir Rabu (21/08)  sekitar pukul 19.00 Wib , tercatat  19 orang tewas, 32 lainnya terpaksa dilarikan ke beberapa rumah sakit yakni RSPG Cisarua, RSUD Ciawi dan RS Sentra Medika Cibinong karena para korban mengalami luka berat./wl

Dibaca 1815 Kali

Tinggalkan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi (*) diperlukan di tempat yang ditentukan.